SEBIDUK SEPINGGUNGAN
Tabikpun ....!!!
Tabik tabik ngalimpukha hikam haga bucekhita
wat biduk bulayar anjak hulu tigoh
di muara
Lamun wat salah cekhita maklum hikam jelma biasa. (diberi nada)
Gemercik suara air yang mengalir dari
hulu membuka
sebuah perjalanan sampai ke sebuah negeri yang menjadi muara tanaman yang dapat dijadikan obat untuk
lara, peneduh dikala gersang, dan mengikat
agar tak tergerus erosi.
Gema gong bersuara menandakan keramaian atas kegembiraan. dari setiap
penjuru kampung, orang-orang berdatangan membawa sebuah
senyuman kepada para pendatang dari biduk yang terbawa arus hingga di negeri yang elok.
Lima gadis berpakian putih , berparas
cantik, harumnya seperti kenanga jam 10 pagi, memakai manik manik berwarna
emas, mengenakan siger mengartikan
sebuah keagungan di negeri tersebut. Menari memberi sambutan kepada para
pelayar yang baru saja tiba. Sambil menari seorang
gadis
memberikan sebuah kotak berwarna emas kepada perwakilan salah satu biduk
tersebut, dimana didalamnya berisi wasiat wasiat tetua, untuk menjadi sebuah persembahan bahkan aturan hidup adat istiadat.
Riungan masyarakat mengepung nampan nampan yang didalamnya terdapat ikan
baung, sambal terasi . terong bakar, daun ubi rebus. dan berbagai macam lalapan
, dibawah sebuah pohon SUNGKAI yang kokoh tegak
nan rimbun di tepi aliran sungai.
Seruit adala simbol keramah tamahan, juga mengartikan bahwa kehidupan adala
sebuah keberagaman untuk sebua keidupan
yang elok jika semua berkumpul bergabung menjadi satu tujuan yang sama, yaitu
Kemakmuran.
.
Riuh Tabuhan kendang, kulintang, gong, kenongan, dan tarian beberapa remaja
pria di atas kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Hinga membuat semua orang
yang berada disitu menari, dan berbahagia.
Sungkai
adalah sebuah keteduhan
pohonya adalah sebuah
kekuatan
sungainya bermuara menjadikan
kesuburan setiap lahan pertanian

Komentar
Posting Komentar