nyeruit pai

sambal seruit

"Aku mengartikan bahwa seruit bukan hanya sekedar makanan, tapi disitulah kita bercampur baur mengerti satu sama lain, belajar menghargai"
Ini pertama kali aku mencicipi sebuah makanan yang selalu
aku dengar dari orang orang yang ada di daerahku. Sudah seperempat abad usiaku
baru kali ini aku merasakan nikmatnya.
“nyeruit pai” ketik paman saya lewat aplikasi whatsapp mengajak saya menyantap hidangan yang di beri istilah
SERUIT .
Tentu saja awalnya aku bingung apa itu seruit, aku kira
hanya makan ikan dengan sambal dan lalapan khas pecel lele lamongan seperti
yang biasa aku makan saat kuliah .
Sampai diberanda rumahnya aku mencium bau khas dari terasi
yang di bakar lalu di campurnya dengan cabai dan beberapa bumbu yang di uleg di
cobek yang besar. Namun tidak seperti lamongan sambalnya terbuat dari cebai dan
rampai (tumbuhan seperti tomat khas lampung) mentah yang di uleg masih kasar.
![]() |
| nyeruit bersama |
Semapainya di meja makan , aku melihat hidangan ikan nila
bakar, sambal terasi, lalapan rebusan dan lalapan mentah .
Diberinya aku piring nasi, dan mangkuk kosong. Diajarinya aku
meracik seruit tersebut. Sambal terasi, tempoyak(terbuat dari durian yang di asamkan)
rebusan jantung pisang, terong goreng, dan ikan dicampur dalam mankuk, lalu
diberi air. Lalu dihancurkan menggunakan tangan (aku lupa istilahnya). Nah jadilah
itu sambal seruit.
Kata pamanku seruit memang paling enak dimakan secara
beramai ramai. Karena dengan makan seruit ini kekeluargaan kita terbangun.
Aku mengartikan bahwa seruit bukan hanya sekedar makanan,
tapi disitulah kita bercampur baur mengerti satu sama lain, belajar menghargai,
seperti racikannya harus pas agar nikmat dirasakan, tidak boleh terlalu asam,
atau lainya, semua harus terkombinasikan dengan baik.

Komentar
Posting Komentar